Galeri

Oknum Redaksi Pelecehan Seksual Akan Disidangkan


brt891802515MCNN,Ngawi  – Teka-teki kasus pelecehan oleh redaktur koran di wilayah Madiun kepada wartawan magang di Ngawi saat bekerja terjawab.  Berkas pelecehan tersebut dinyatakan lengkap oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Ngawi. Dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ngawi.

“Berkas sudah lengkap. Dan dinyatakan bisa diproses. Sudah dua kali pelimpahan,” kata Kanit PPA Polres Ngawi, IPTU Bambang Sutedja kepada wartawan, Sabtu (3/9/2016).

Bambang menjelaskan berkas terakhir dilimpahkan sekitar akhir Agustus. Namun untuk jelasnya, Bambang mengaku lupa.

Dia mengatakan karena sudah dilimpahkan tersebut dalam waktu dekat tersangka DP, akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Ngawi. “Sebentar lagi pasti disidangkan di PN Ngawi,” tambahnya.

Namun, Bambang tidak mengetahui apakah tersangka akan ditahan atau tidak. Karena sepenuhnya diserahkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani.

“Yang jelas penanganan di Polres sudah selesai. Nanti tergantung JPU menangani atau tidak,” terangnya.

Mengenai waktu sidang, kata dia, dirinya tidak mengetahui secara pasti karena sudah menjadi kewenangan Kejari, tetapi diperkirakan dalam waktu dekat proses sidang untuk tersangka DP ini akan berlangsung.

Dia mengatakan ada sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan mengenai kasus tersebut. “Tunggu perkembangannya saja,” terangnya.

Korban pelecehan, DPS, kepada beritajatim.com, mengatakan sangat bersyukur kasus pelecehan yang menimpa dirinya masih terus berlanjut. Dia berharap kasus diproses hingga tuntas dan dirinya mendapatkan keadilan dalam kasus ini.

“Saya mendapat kabar Kamis pekan depan akan ada penahanan terhadap DP. Saya bersyukur banget,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPS yang saat melaporkan kejadian ini masih bekerja sebagai wartawan magang yang bertugas di Kabupaten Ngawi, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh redakturnya.

DPS mengaku mengalami pelecehan seksual baik secara verbal maupun tindakan oleh DP saat di tempat kerja. Hingga akhirnya korban melapor tindakan DP itu kepada pimpinan redaksi. Selanjutnya, tersangka dipertemukan dengan Kepala Biro dan tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu.

Namun, tersangka kembali melakukan tindakan asusila itu kepada korban. Hingga korban kembali melaporkan tindakan itu ke Ombudsman di Surabaya. Karena tidak ada tanggapan, korban bersama AJI Kediri melaporkan kasus itu ke Polres Ngawi, Maret lalu.*In

Komentar ditutup.