Galeri

Kejati Jatim Bidik 5 Tersangka Baru Kasus KPU


295201_kantor-kejaksaan-tinggi-jawa-timur_663_382

Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

MCNN,Surabaya  – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim telah mengantongi nama bakal lima tersangka baru terkait kasus proyek pengadaan logistik di KPU Jatim.

Dugaan korupsi proyek senilai total Rp 50 miliar itu membuat panjang daftar penetapan orang yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara yang ada. Sebelumnya, lima orang sudah ditetapkan tersangka.

Proyek yang dimaksud adalah pencetakan fiktif formulir C dan D saat Pilpres dan Pileg tahun 2014. Munculnya calon lima tersangka baru ini, setelah penyidik menemukan bukti baru keterlibatan seluruhnya.

Informasi yang didapat, para bakal tersangka baru ini dibidik setelah lima tersangka yang sebelumnya sudah ditetapkan, memberikan keterangannya. Mereka ‘bernyanyi’ dan menguak keterlibatan orang-orang yang turut menikmati duit negara tersebut.

Adapun tersangka sebelumnya adalah, Konsultan, Achmad Sumaryono: Bendahara KPU Jatim, Achmad Suhari; PNS KPU, Anton Yuliono; serta pihak rekanan Nanang Subandi dan Fachrudi Agustadi. Terkait dibidiknya lima tersangka baru, Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, Dandeni Herdiana membenarkannya.

“Ya, jelas kami terus dalami untuk menguak keterlibatan yang lainnya,” ujar Dandeni.

Meski mengiyakan segera adanya tersangka baru, Dandeni masih enggan membeber nama dan peran mereka. Menurut dia, ada beberapa hal lain yang perlu didalami untuk para tersangka baru. “Sabarlah, pasti ada yang baru. Tapi untuk siapa dan apa perannya, tunggu saja,” jelasnya.

Sejauh ini, penyidik masih terus melakukan penyidikan atas kasus yang merugikan negara Rp 7 miliar itu. Beberapa saksi, termasuk petinggi KPU Jatim telah diperiksa. Diantaranya termasuk Kabag Keuangan dan bagian administrasi terkait.

Adapun kasus ini sempat membuat geger internal instansi khusus penyelenggara pemilu itu. Kejari Surabaya yang menyidik awal kasus ini, tak butuh waktu lama untuk melakukan penetapan tersangka, hingga setelahnya diambil alih penyidikan oleh Kejati Jatim.

Para tersangka sendiri sudah ditahan dan dititipkan ke Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng. Sebelum disidik, KPU sempat mengembalikan uang sisa pengadaan Rp 600 juta. Yang kemudian audit dilakukan oleh BPK Pusat.

Komentar ditutup.