Galeri

BNNP Jatim Gerebek Kampung Narkoba WonokromoTangkis


BNNP Jatim Gerebek Kampung Narkoba WonokromoTangkis

MCNN,Surabaya – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur semalam meringkus 8 tersangka sindikat peredaran narkoba jenis sabu dan pil ekstasi yang menicapai nilai 4 Miliar.

Bagijo mengatakan bahwa selain menangkap 8 budak narkoba, BNNP Jatim berhasil membongkar kampung Narkoba di Wonokromo yang selama ini belum tercium petugas.

“Kampungnya padat, dan waktu melakukan pengrebekan disana kami juga mengalami kesulitan,” kata Bagijo Hadi Kurnijanto, selaku Kepala BNNP Jatim Kabid Pemberantasan, Selasa (26/1/2016).

Dari delapan tersangka itu Arfian Kristiawan (23), Andrian Firmansyah (29), Bahrezi Rizma Aminullah (22), dan Mochamad Alqomi (25), Arif Yanuar (35), Doi Sabarna (35), Abdul Rohim (32), Yanuar Priyantoro, Mochamad Alqomi (25) mereka semua merupakan warga Surabaya.

“Delapan tersangka ini masih satu jaringan, namun kami tangkap ditempat berbeda,” tutur Bagijo.

Awal mula penangkapan peredaran narkoba untuk wilayah Surabaya ini, dilakupan pada hari sama yaitu Senin (25/1) dengan waktu berbeda. Petugas terlebih dulu menangkap Arif Yanuar, di Jalan Raya Darmo. Disana petugas mendapatkan 5 gram sabu.

Kemudian petugas BNNP mencoba mengembangan, ternyata Arif yang berperan sebagai kurir ini mengaku kalau dirinya tidak sendirian. Melainkan ada rekannya yang akan mengirim 5 gran sabu.

“Sehingga dari pengembangan ini, kami amankan tersangka DS (Doi Sabarna) sama (AR) Abdul Rohim yang sedang menunggu pembeli sabu,” lanjut Bagijo.

Sehingga ketika menangkap Doi dan  Abdul, anggota BNNP juga menangkap pembelinya yang bernama Yanuar. Usia mengamankan tiga tersangka kurir dan pembeli. Kata Bagijo kasus tersebut tidak berhenti disana. Saat itu juga petugas mengembangkan ke bandar.

“Ternyata pengembangan berhasil, kita mendapatkan 4 orang yang berperan sebagai bandar sabu sama pil ekstasi,” terangnya.

Untuk mendapatkan empat bandar pil ekstasi, petugas melakukan pengrebekan di Wonokromo Tangkis, Surabaya. Disana mengamankan barang bukti 1200 butir ekstasi berlogo Butterfly diperoleh dari tangan tersangka Arfian Kristiawan.

“Ternyata dari AK (Arfian Kristiawan) ini mengaku masih mempunyai tempat lain untuk penyimpanan narkoba jenis pil ekstasi,” menurut pengakuan tersangka pada penyidik.

Akhirnya dari pengakuan itu, pihak BNNP melakukan pengrebekan lagi di Jalan Kintamani Wonokromo, Surabaya. Disana terdapat tersangka Andrian dan Bahrezi serta barang bukti berupa 3368 butir pil ekstasi berlogo Universal sama 1.050 gram sabu.

Waktu melakukan pengrebakan di tempat penyimpanan pil ekstasi dan sabu di Kintamani, petugas juga mengamankan Mochamad Alqomi serta barang bukti sabu seberat  320 gram.

“Ketiga orang ini masih bersaudara, AK (Arfian Kristiawan) dan AF (Ardian Firmansyah) adalah kakak kandung, sedangkan tersangka BR (Bahrezi Rizma) sepupunya,” kata petugas penyidik BNNP Jatim.*AJISURYA

Komentar ditutup.