Galeri

Warga Ramai Berebut Air Candi Diduga Jaman Jenggolo


brt285487400 copyMCNN,Sidoarjo  – Bangunan kuno di persawahan yang diyakini sebuah candi peninggalan Jaman Jenggala di Kelurahan Urangagung Kecamatan Kota Sidoarjo, semakin ramai dikunjungi orang.

Masyarakat dan warga yang datang, tak hanya melihat bangunan saja, melainkan juga mengambil air yang menggenangi tumpukan batu bata tersebut. Entah siapa yang memulai, namun warga meyakini air yang menggenangi bangunan candi itu memiliki khasiat tertentu.

Achmadi (37) warga setempat menyatakan, sehari setelah ditemukan Sugiantono seminggu lalu mulai banyak warga yang mengambili air genangan tersebut.

“Banyak warga dan tetangga yang meminum air itu, katanya encoknya dan pegal-linunya hilang,” kata Achmadi.

Achmadi sendiri juga mencoba meminum airnya dan memiliki rasa yang berbeda.

Airnya berwarna keruh keputihan, namun saat diambil dan diminum, tidak ada rasa tanah meski diminum langsung dari sumbernya. “Rasanya seperti air putih biasa yang sudah dimasak. Tapi lebih dingin, jadi agak segar,” tuturnya.

Ada rombongan warga Surabaya dan Gresik yang pernah mendatangi situs ini dan mengambil airnya. Beberapa orang langsung meminum atau cuci muka, bahkan ada yang berwudhu langsung dari sumbernya.

Kades Urangagung Ahmad Hariadi menambahkan pihaknya mengetahui ada warga yang mengambil air candi dan meminumnya untuk tujuan-tujuan tertentu. Kendati demikian, Hariadi menyatakan warga jangan serta-merta percaya tahayul semata.

Bangunan candi tersebut sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Ada sekitar lima batu bata yang menunjukan sebuah tanda/pesan.

“Batu-batu itu sebagian sudah dibawa, warga menyimpan satu. Katanya, bangunan ini merupakan peninggalan Majapahit dengan estimasi usia sekitar 700 tahun,” imbuh Hariadi.

Membludaknya warga yang berdatangan, membuat aparat Polsek Kota lansung ikut mengamankan lokasi. Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Naufil Hartono, mengimbau warga untuk tidak percaya tahayul air candi.
Meski diakui air tersebut memang memiliki rasa mirip air kelapa, Naufil mangatakan harus ada penelitian tersendiri untuk mengetahui kandungan yang ada.

“Kami sudah ambil sample air dan akan kami serahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Sementara itu, kami harap warga tidak termakan tahayul. Kami akan selalu pantau wilayah ini,” tegas Naufil.*Denny Surya

Komentar ditutup.