Galeri

Hearing Komisi A, Pencopotan SK Ketua RW 03 Putat Indah


IMG_20150603_123501MCNN,Surabaya – Anggota Komisi A DPRD Surabaya D. Adi Sutarwijono minta pemerintah kota tegas dalam menyikapi polemik terkait pencabutan SK RW.03 yang berda di wilayah kecamatan sukomanunggal.

“Untuk persoalan pencabutan SK RW.03 yang dilakukan oleh camat sukomanunggal ini sangatlah tidak sesuai Karena seharusnya persoalan ini tidak harus berkembang sehingga ketua RW.03 yang datang bersama beberapa staf dan perwakilan dari warga ke DPRD,” kata Adi, Rabu (3/6/2015).

Pernyataan ini disampaikan D Adi Sutarwijono saat dengar pendapat dengan kabag pemerintah dan beberapa anggota dewan komisi A lainnya, termasuk lurah dan camat setempat.

Menurut D Adi Sutarwijono, persoalan ini muncul dikarenakan ada indikasi karena adabeberapa tempat usaha yang tidak mengantongi ijin usaha selain itu ada kemungkinan besar ada asset pemerintah yang sudah dilirik oleh investor dan yang anehnya lagi ketua RT.02 yang bernama Rio Ardiyanto mengajukan surat somasi terhadap camat sukomanunggal yang alasannya pelantikan ketua RW.03 itu tidak sesuai perwali ini kan sangat lucu, “ungkapnya.

Ditempat lain Ketua RW.03 Widji Wirawan saat di temui wartawan Media Cakra Nusantara News menyatakan, awalnya sayakan membawahi 3 RT dan di Rt.03 itu ada investor yang masuk dan itu pun sudah berjalan satu setengah tahun lah kok baru – baru ini kok ada yang mengusik, dan saya juga tidak tahu apa alasan camat tahu – tahu mencabut SK pengangkatan RW.0IMG201506031220483 tanpa ada pemberitahuan serta perundingan dengan RT – RT yang lainnya.

Masih Widji, bahkan ketua RT. 02 itu malah membela beberapa warga yang memiliki kepentingan pribadi karena mereka memiliki tempat usaha yang indikasinya tidak memiliki ijin usaha serta memiliki asset berupa tanah, intinya lurah maupun camat kan tidak berhak atas pencabutan SK RW tanpa ada persetujuan dari beberapa RT dan warga,”tandasnya.

Saat ditanyakan tentang SK pencopotan ketua RW. 03 camat sukomanunggal Achmad Suud Asy’ari menjelaskan bahwa dikeluarkannya SK pencopotan RW.03 dikarenakan adanya kesalahan administrasi dan tidak sesuai dengan perwali kota Surabaya tahun 2014, permasalahan ini sangatlah lucu kalau memang tidak sesuai dengan perwali Kota Surabaya tahun 2014 mengapa waktu itu harus ada pelantikan dan diturunkan SK Ketua Rw bahkan yang anehnya lagi saat dibentuknya RT.03 dan dilantik akan tetapi hinggga saat ini SK ketua RT.03 belum di serahkan akan tetapi malah dikeluarkan SK pencopotan ketua Rt.03, kalau yang seperti ini bukan kesalahan prosedur dalam pelantikan RT – RW melainkan ketidak becusan lurah dan Camat dalam kinerjanya,”jelas Adi. *cptong – bing – Ajisurya.

Komentar ditutup.