Galeri

Jaksa Bohongi Hakim


New Picture.bmpCNN_RI,Surabaya – sidang terbuka untuk umum diruang sidang sari satu Selasa (27/1) lalu dengan ketua majelis hakim I Dewa Gede Ngurah A.SH,MHum dengan anggotanya Lamsana Sipayung,SH,MH dan Burhanuddin SH,MH agenda sidang mendengar keterangan kelima saksi karyawan PT Andalan Samudra Pasifik yang disekap (dilakban) oleh gerombolan perampok bersenpi Gultom CS sebanyak 8 orang dini hari tanggal 28 Oktober 2014 TKP PT Andalan Samudra Pasifik kawasan perak barat Surabaya dengan kerugiannya ditaksir 1 miliar rupiah, tiga pelaku perampok yang tertangkap David Usma alias Gultom (38), Jeriko ButarButar alias Eko (32) warga garu harjasari Medan, Wanabis Sitohang alias Marben (28) oleh JPU Nurhayati dari Kejari Tanjung Perak Surabaya ketiga terdakwa diduga melanggar pasal 365 ayat (2) ke 1, 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) Jo pasal 2 ayat (1) UU darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 12 tahun dengan surat dakwaan nomor Reg Perkara pdm 380/TG.Perak/12/2014, dan kelima (5) tersangka perampok yang belum tertangkap alias kabur adalah Heri Nasution, Ali, Ley-ley, Pakpahan dan Siregar (DPO) Kepolisian.

New Picture (1).bmp.tifBarang bukti (BB) yang didapat disita dan diamankan oleh petugas kepolisian dan sudah P-21 dan dilimpahkan ke kejaksaan tanjung perak diantaranya : tiga (3) unit mobil xenia warna hitam nopol M1680GD, inova silver metalic Nopol L1954CR, avanza coklat moron (kaca belakang pecah) senpi, kapak, tali, linggis, obeng, lakban, gunting besi besar, brankas, dua unit sepeda motor, laptop, HP, blackberry, uang dollar, uang tunai Rp 66.040.000 (enam puluh enam juta empat puluh ribu rupiah), diduga BB mobil ketiga-tiganya sudah dikeluarkan oleh JPU Nurhayati pada tanggal 22 Nopember 2014 diduga pula dengan jaminan 45 juta rupiah untuk tiga mobil, pinjam pakai atas permintaan dua oknum wartawan dan ada surat kuasanya dari pemilik mobil yang sebenarnya dan sebagai penggantinya yang ditahan jaksa adalah STN yang aslinya, dan semua sudah sesuai prosedur, kalau nggak percaya tanyakan ke wartawannya (jaksa sebutkan dua oknum wartawan yang mengambil mobil (red)” jelas Nurhayati kepada wartawan koran ini dikantornya (28/1), ironisnya dalam fakta persidangan Selasa (27/1), ketika hakim Burhanuddin menanyakan BB mobil kejaksa Nurhayati dengan tegas “BB ketiga mobil disimpan di Rubasan” jelas Nurhayati, disini sedikitpun majelis hakim tidak ada rasa curiga kalau dikibuli tentang posisi yang sebenarnya keberadaan BB mobil tersebut.

Disebutkan dalam KUHAP pasal 44 ayat (2) benda sitaan yang disimpan di Rubasan dalam proses peradilan barang bukti tersebut dilarang untuk dipergunakan oleh siapapun juga dan disebutkan pula dalam pasal 46 ayat

(1)        Benda yang dikenakan penyitaan akan dikembalikan kepada orang yang paling berhak apabila perkara tersebut tidak jadi dituntut karena tidak cukup bukti atau bukan merupakan tindak pidana

(2)        Apabila perkaranya sudah diputus oleh hakim (incrah) benda sitaan tersebut dikembalikan kepada mereka yang disebut dalam putusan tersebut.

Demi nama baik lembaga peradilan kiranya para hakim yang menangani perkara ini akan lebih baik selalu waspada dan cermat dalam setiap memproses perkara dipersidangan, yang ada kaitannya dengan alat bukti atau barang bukti kejahatan terdakwa agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab (yess)

Komentar ditutup.