Galeri

Serap Pekerja, Alfamart Minta Pemkot Tidak Menutup Minimarket


brt602414232CNN_RI,Surabaya – Menyikapi desakan DPRD Surabaya terkait penindakan tegas terhadap toko modern tak berizin,  PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, (pemilik jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi) menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kurang tepat ketika hendak menutup toko modern yang tidak mengantongi izin. Pasalnya, keberadaan toko modern ini telah menyerap banyak sekali tenaga kerja.

General Manager (GM) Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk,  Nur Rachman meminta para stakeholder termasuk pemerintah, DPRD hingga masyarakat mendukung pengusaha di sektor padat karya seperti industri ritel, khususnya minimarket. Sebab, industri ritel memberikan kontribusi positif yang riil, diantaranya penyerapan tenaga kerja.

“Untuk pembukaan satu gerai minimarket saja minimal bisa membuka lapangan kerja bagi 8-10 orang,” katanya.

Nur mengklaim bahwa kontribusi toko modern tak hanya di bidang ketenagakerjaan saja, namun masih banyak lagi diantaranya kontribusi kepsa pelaku usaha kecil untuk menjadi pemasok melalui  Home Brand Private Label Alfamart .

“Kami juga mendorong pelaku usaha kecil ntuk memanfaatkan space di seluruh halaman toko Alfamart dengan sistem sewa murah. Semua dilakukan karena kami ingin maju bersama pengusaha kecil,” terangnya.

Lebih jauh Nur Rachman menambahkan, toko modern juga konsisten menjalankan pembinaan kepada pedagang kecil sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaaan. Pembinaan pedagang kecil dilakukan melalui dua cara, yakni memberikan pelatihan tentang manajemen ritel modern. Pihaknya juga mengadakan program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Ini merupakan program yang membina warung tradisional. Bentuknya, merenovasi tampilan warung agar lebih modern dan lebih nyaman. Lalu memberikan potongan harga khusus pada pedagang.

“Sebagai investor lokal, industri ritel memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan ekonomi. Tak bisa dipungkiri, jika bisnis ritel ini ada, dan berkembang karena kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang sumber dilingkungan Alfamart mengungkapkan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk tidak akan segan-segan melakukan PHK massal ketika Pemkot melaksanakan niatnya menutup seluruh minimarket di Surabaya. Sejauh ini, perusahaan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi semua persyaratan perizinan yang diminta Pemkot. Sayangnya, selalu saja ada hambatan.

“Kami sudah berinvestasi miliaran untuk membangun satu gerai minimarket. Tidak mungkinlah kami menghambat usaha kami sendiri hanya karena perizinan,” kata sumber yang mewanti-wanti namanya tidak disebut.

Sumber menambahkan, dalam satu minimarket setidaknya ada 15 karyawan. Mereka bekerja secara bergiliran berdasarkan shift. Di Surabaya terdapat 667 minimarket yang tidak mengantongi Izin Usaha Toko Modern (IUTM). Dengan 15 karyawan per gerai, maka jumlah total karyawan minimarket se-Surabaya menyentuh angka 10.000 orang. Jumlah total gerai yang masuk jaringan Alfamart 270 lebih. Jika tiap gerai mempekerjakan 15 karyawan, maka total karyawan Alfamart mencapai 4.000 orang lebih.

“Jika minimarket ditutup, silahkan saja, tapi kami akan PHK semua karyawan. Nggak tahu kalau jaringan minimarket yang lain, apakah mengambil sikap yang sama dengan kami atau tidak,” pungkasnya.(tono – ajisurya)

Komentar ditutup.