Galeri

Dugaan Malapraktik, 2 Dokter di Gresik Tak Punya Izin Praktik


imagesCNN_RI,Gresik – Dua dokter yang diduga melakukan malapraktik terhadap pasien M.Gahtfan Habibi (5), sehingga mengalami koma 50 hari, terancam hukuman pidana. Kedua dokter itu adalah dr Yanuar Syam dan dr Diki Tampubolon.

Berdasarkan undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, kedua dokter tersebut ternyata tidak memiliki surat izin praktik (SIP), di RSIA Nyai Pinatih Gresik.

Berdasarkan undang-undang nomor 29 tahun 2004, tepatnya di pasal 76. Jika dokter tidak memiliki SIP bisa kena sanksi pidana 3 tahun penjara, serta denda Rp 100 juta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Soegeng Widodo mengatakan, sesuai aturan tepatnya di UU nomor 29 tahun 2004, dokter yang tidak memiliki SIP ada sanksinya.

“Sampai sekarang saya belum menerima rekomendasi SIP dari IDI. Jadi tidak benar kami mempersulit izin praktiknya di RSIA Nyai Ageng Pinatih,” katanya, Rabu (28/02/2015).

Diakui dr Soegeng Widodo, proses pengurusan SIP sudah ada mekanismenya asal syaratnya sudah lengkap. “Kalau syaratnya lengkap bisa langsung jadi tanpa menunggu lama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gresik, dr Bambang Priadi menuturkan, bila dr Yanuar Syam dan Diki Tampubolon
belum pernah mengurus pernpanjangan SIP di RSIA Nyai Ageng Pinatih. Padahal, dalamindex Pasal 36 UU 29/2004 disebutkan, SIP hanya bisa digunakan untuk satu tempat praktek. Padahal, setiap dokter  maksimal memiliki tiga SIP di tiga tempat praktek berbeda.

“Saya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi SIP dr Yanuar dan dr Diki ke Dinkes Gresik,” tuturnya.

Saat ini, hingga 53 hari kondisi korban M.Gathfan Habibi kondisinya masih belum ada perubahan. Putra kedua pasangan Pitono-Lilik Setyawati itu masih terbaring di ICU RSUD Ibnu Sina Gresik, dengan bantuan alat ventilator dan alat medis lainnya. (d2k – wan)

Komentar ditutup.