Galeri

Sertijab Kepala Staff TNI Angkatan Laut


New Picture (1) copyCNN-RI,Surabaya – Menjelang serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dari Laksamana TNI Dr. Marsetio kepada penggantinya Laksamana Madya TNI Ade Supandi, S.E, kedua pejabat tersebut menginspeksi kapal-kapal perang (Admiral Inspection), yang tengah sandar di Markas Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (5/1) kemarin.

Admiral Inspection merupakan salah satu tradisi di lingkungan TNI Angkatan Laut yang dilaksanakan guna memeriksa kesiapan unsur-unsur TNI AL untuk yang terakhir kalinya, sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahterimakan. Tradisi ini digelar menjelang pergantian jabatan Kepala Staf Angkatan Laut maupun pada saat pergantian Panglima Komando Armada RI Kawasan. Kegiatan tersebut, selain sebagai ajang salam perpisahan dengan para prajuritnya, juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan pemimpin yang baru.

Dalam inspeksi laut tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio didampingi calon penggantinya Laksamana Madya TNI Ade Supandi, S.E, dengan menggunakan KAL Yudistira yang dikomandani oleh Lettu Laut (P) Alan Giranda. Di belakang KAL Yudistira, dikawal dua kendaraan tempur air “Sea Rider” dari Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim.

Gelar unsur yang turut dalam Inspeksi Laut kali ini melibatkan sekitar 4000 prajurit anggota kapal perang dari berbagai tipe dan jenis yang tengah berada di Pangkalan Koarmatim. Setelah melaksanakan Inspeksi Laut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio menyampaikan amanatnya yang dipancarkan melalui radio telekomunikasi dan diterima oleh seluruh KRI dan Pangkalan TNI Angkatan Laut di segenap penjuru NKRI maupun Internasional.

Masih laksamana madya TNI Ade Supandi, SE . selain sejumlah penugasan yang telah di laluinya , perwira yang di kenal akrab dengan semua lapisan dan ramah ini juga mengenyam berbagai pendidikan dalam dan Luar Negri ( LN Red ) antara lain , Sus Padiv Tahun 1983 ,NBCD Course sertaCommand Team Training di Belanda Tahun 1986 , selanjutnya Tahun 1988 CICWO Course di USA dan ASW Training Officer Course , tahun 1989 Sus Korban Tembakan , kemudian Dikspespa Artileri angkatan ke-3 TA 1988/1989 , mengikuti Dilkapa II Koum Angkatan-5 Tahun 1990/1991 , Dikpa Intelmar tahun TA 1993/1994 , Seskoal angkatan – 35 tahun 1997/1998 , mengikuti Joint Warfare Course di Australia tahun 1999 , masih di tahun yang beliau juga mengikuti Training System Management Course ADF TNI , kemudian beliau mengikuti Sesko TNI angkatan ke-29 tahun 2002 , serta tahun 2011 mengikuti Lemhannas RI PPSA angkatan-17. Tuturnya.

Lanjut laksamana Madya TNI Ade Supandi SE , ada pun dalam jejak pengabdian itu mengakar kuat di KRI Ahmad Yani-351New Picture copy , KRI Oswald Siahaan – 354, KRI Nuku – 373, KRI Tongkol – 813, KRI Sutedi Senaputra – 378 dan KRI Malahayati – 362 yang kemudian mengantarkan Laksamana Madya Ade Supandi, SE hingga pada jabatan – jabatan strategis di antaranya adalah sebagai Apsos Guspurlabar, Komandan Ronfib Flotila III Koarmatim, Komandan Kodikopsla Kobangdikal, Komandan Guskamlabar, Gubernur AAL, Panglima Komando Armada RI kawasan timur, Asrena Kasal, Kasum TNI, dan saat ini Laksamana Ade Supandi menjabat pucuk pimpinan tertinggi jajaran TNI AL sebagai Kepala Staff TNI AL.

Pengabdiannya yang tulus serta penuh dengan kesungguhan kepada bangsa dan Negara akhirnya menuai hasil dengan diterimanya berbagai anugerah tanda bintang jasa kehormatan dari pemerintah Republik Indonesia di antaranya, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Kesetiaan VIII dan XXIV, Satya Lencana Dwidya Sistha I dan II, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Wira Nusa serta Satya Lencana Dharma Samudera.

Dalam mengarungi bahtera keluuarga , Laksamana Madya Ade SUPANDI , S.E. yang dikenal low profil ,agamim , dermawan , smart , serta tegas dan disiplin ini , didampingi seorang istri Dra. Endah Esti Hartatiningsih yang dinikahinya 24 tahun lalu . Putri Solo yang lahir dan besar di lingkungan keluarga Kopassus tersebut , telah menjalani hari-hari dalam dinamika pengabdian sebagai isti sekaligus anggota Jalasenastri . Keluarga kecil bahagia ini telah dikaruniai dua orang putra putrid belahan jiwa yaitu drg. Anindita Riylarasati yang berprofesi sebagai dokter gigi , dan Andaru Dhimas Nugraha Vidianto yang mengikuti jejak sang Ayah sebagai Perwira Angkatan Laut. *SS

 

Komentar ditutup.