Galeri

Pecat dan Penjarakan Satpol PP Koboi!


satpol-pp-apel-600x400CNN_RI,Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Sulwesi Selatan menyayangkan peristiwa penganiayaan Bahrun, karyawan Wisma Sanur oleh oknum Satpol PP berinsiila IB yang keseharianya bertugas dibagian keuangan Satpol PP Makassar, Jumat, 6 Juni siang.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika  meminta Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto segera mengevaluasi jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bermasalah dengan hukum.

Apalagi IB telah dilaporkan ke di Polsek Ujungpandang dengan alat bukti dan saksi karyawan Wisma Sanur yang akurat berupa rekaman CCTV dari IB yang terlihat jelas menarik paksa Bahrun dari dalam Wisma Sanur. Kemudian Bahrun menghempaskan karyawan itu keluar sehingga badannya terperosok membentur pot bunga hingga pecah.

“Paling tidak setelah membaca dari media dengan adanya peristiwa itu maka selaku wakil rakyat saya meminta Pak Danny untuk segera  mengevaluasi jajarannya yang bermasalah dengan hukum. Sebab meski melalui proses dan tahapan namun alat bukti dan saksi sudah memperjelas bahwa oknum PNS tersebut tidak pantas dipertahankan sebagai abdi pamong sebagai pelayan masyarakat,” ujar Busranuddin Baso Tika Selasa (10/6/2014).

Ditempat terpisah, pemilik Wisma Sanur, Edi, juga meminta IB segera  diproses secara hukum. Pemilik toko mas Jakarta ini juga mengharapkan adanya tindakan tegas dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum PNS Pemkot Makassar yang berkelakuan seperti koboi.

“Kami sudah laporkan ke Polsek Ujungpandang, tapi responnya sangat lambat. Padahal alat bukti dan saksi sudah kita siapkan,” katanya.

Pengacara Wisma Sanur, Farid Mamma menyatakan, tidak sepantasnya IB berbuat anarkis seperti itu.

Menurutnya, satpol PP dan aparat kepolisian memiliki fungsi yang sama dalam menciptakan suasana ketenteraman dan keamanan di tengah masyarakat.

“Bukan menghakimi masyarakat seperti koboi yang tiba-tiba langsung masuk di tempat umum. Saya yakin ada aktor yang meminta pelaku melakukan aksinya,” beber Farid. *yus

Komentar ditutup.