Galeri

Kejari Surabaya Terima Berkas Kasus Cukrik Maut


20130922-135534_12CNN_RI,Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerima berkas perkara kasus cukrik maut yang menewaskan empat warga Menanggal beberapa hari lalu.

Penyidik dari Polsek Gayungan melimpahkan berkas perkara kasus cukrik ini atas nama tiga tersangka yakni Atem Sutrisno (41) warga Kebraon Tegal dan Juyani (38) warga Mojokerto dan Khayati (40) yang menjual cukrik kepada para korban. Khayati merupakan pengecer yang biasa menjual cukrik di warungnya di kawasan Pagesangan.

“Berkas perkara atas nama tiga tersangka kita terima Rabu (12/2/2014) kemarin,” ujar Kasi Pidum Kejari Surabaya, Judhy Ismono, Jumat (14/2/2014).

Atas pelimpahan berkas tiga tersangka ini, Kejari sudah menunjuk tiga jaksa yakni Hendro Rizki atas nama tersangka Atem Sutrisno, Hanafi Rchmat untuk tersangka Khayati dan I Wayan Oja Miasta untuk tersangka Juyani. “Berkas masih diteliti jaksa masing-masing,” ujar Judhy.

Perlu diketahui, dalam keterangan penyidik beberapa waktu lalu disbeut peran masing-masing tersangka dalam kasus ini yakni Atem Sutrisno bertugas menyuplai cukrik ke warung Khayati. Minuman haram itu sendiri didapat Atem dari Juyani. Kedua tersangka baru ini merupakan kawan lama yang sebelumnya pernah membuat vodka bersama.

Selama ini, Juyani membeli cukrik dari bandar besar di Tuban. Setiap transaksinya, Juyani menjual hingga 20 kardus ke Atem. Pelanggan Juyani sendiri paling besar berasal dari Surabaya. Juyani menjual cukrik per kardusnya Rp 270 ribu ke Atem. Sementara Juyani membeli dari bosnya sebesar Rp 230 ribu.

Dari tangan tersangka Juyani, Polisi mendapatkan barang bukti yakni, 91 botol air mineral besar isi cukrik, 48 botol mansion, 36 botol paloma, 4 plastik 1,5 L isi cukrik, 720 botol air mineral kosong, 364 buah tutup botol air mineral, dan 43 dus kosong.(man)

Komentar ditutup.