Galeri

Dicekoki Miras, Gadis 14 Tahun ‘Digoyang’ Pak Tani


Ilustrasi

Jombang,CNN – Seorang gadis yang masih berusia 14 tahun, sebut saja Bunga, warga Dusun Sukorjo Desa Grobokan Kecamatan Mojowarno dicekoki minuman keras (miras) oleh Samadi (38), petani asal Desa Banjarsari Kecamatan Bareng. Dalam pengaruh miras itulah, Bunga dipaksa melayani nafsu bejat Samadi.

“Kasus itu sudah dilaporkan ke Mapolres Jombang. Nah, saat ini sedang ditangani UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim. Sejumlah saksi juga sudah kita mintai keterangan,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Minggu (2/6/2013).

Widodo menceritakan, kasus yang menimpa Bunga itu sebenarnya terjadi pada Maret 2013 lalu. Sebelumnya, antara Samadi dan Bunga sudah saling kenal meski hanya lewat telepon seluler. Mereka kemudian membuat janji untuk bertemu di luar rumah. Selepas magrib atau pukul 10.30 WIB, dua insan beda usia ini sepakat itu jalan-jalan.

Samadi kemudian mengajak Bunga ke rumah temannya di Dusun Jarjo Desa/Kecamatan Bareng. Malam semakin larut, satu per satu teman Samadi berdatangan. Selanjutnya, mereka menggelar pesta miras di rumah itu. Mengetahui ada gadis ABG, para pemuda desa itu bertambah semangat mengkonsumsi miras. Mereka juga mengajak gadis berusia 14 tahun itu untuk minum miras.

Awalnya, korban menolak. Akan tetapi karena terus didesak bahkan diancam, akhirnya Bunga ikut menikmati cairan haram tersebut. Nah, dari situlah petaka bermula. Melihat Bunga dalam pengaruhg miras, nafsu Samadi berdesir-desir. Ia kemudian menyeret Bunga ke dalam kamar dan meminta agar warga Grobokan itu melakukan hubungan intim dengannya. Pelaku juga sempat mengancam korban jika tidak mau melayani nafsunya. Karena tertekan, korban akhirnya melayani nafsu bejat pelaku.

Keesokan harinya, Samadi mengantar korbannya pulang. Namun seiring laju waktu, muncul perubahan pada diri korban. Bunga kerap menyendiri dalam kamar. Praktis, kondisi itu memancing kecurigaan orang tuanya. Setelah didesak, Bunga akhirnya menceritakan peristiwa yang dialami bersama Samadi. Oleh orangtuanya kemudian dilaporkan ke Polres Jombang.

Komentar ditutup.