Galeri

China Tolak Buah Salak Asal RI


Gambar-Salak-PondohJakarta,CNN – China menolak buah salak asal Indonesia. Penolakan karena menilai adanya kandungan logam berat dan organisme penyakit tanaman (OPT).

Eksportir buah salak sekaligus Paguyuban Petani Salak, Suryo Agung membenarkan alasan China menolak salak asal Indonesia. Suryo Agung menilai para kompetitor eksportir salak melakukan ekspor yang tidak sesuai Standart Operasional Procedure Good Agriculture Practice (SOPGAP) yang ditetapkan oleh China.

“Kompetitor eksportir salak mengirim salak yang tidak sesuai dengan SOPGAP, hal ini jelas ditolak China karena salak itu tidak melalui kualitas kontrol yang harus dilakukan,” ujar Suryo Agung saat dihubungiINILAH.COM, Sabtu (1/5/2013).

Ia mengungkapkan, saat ini salak yang masuk kategori SOPGAP hanya berasal dari Yogyakarta. Namun pihak kompetitor eksportir salak selama ini mengekpor salak dari berbagai daerah seperti Bogor, Wonosobo, dan Banjarnegara.

“Hal ini sudah terjadi sejak 2 tahun belakangan sejak Merapi meletus tahun 2011, Mereka mengekspor salak dari Bogor, Wonosobo, dan Banjarnegara yang tidak sesuai SOPGAP,”tuturnya.

Menurutnya, salak Merapi diterima China karena menyandang gelar SOPGAP. Selain itu salak Merapi juga sudah diakui dunia dengan label global grade.

“Tanah kita dan prosedur penanaman sudah diterapkan kualitas kontrol sehingga masa keawetan lebih panjang, lokasi penanaman juga berdampak pada kualitas. Kalau salak dari Bogor, Wonosobo, dan Banjarnegara itu di tanam ditanah liar dengan kandungan air yang cukup banyak sehingga busuknya juga lebih cepat,” ujarnya.

Sejak awal tahun, ekspor salak ke China memang mengalami hambatan. Ada dugaan, hambatan ini muncul setelah Indonesia melakukan pembatasan atas impor produk hortikultura, baik berupa penetapan kuota terhadap sejumlah produk, termasuk buah – buahan. Apalagi, pemerintah juga menetapkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) serta mengatur pintu masuk pelabuhan impor demi melindungi produk lokal.

Komentar ditutup.