Galeri

Jatim akan Melaksanakan Bongkar Ratoon Tahun 2013


Surabaya,CNN – Kualitas tebu sangat tergantung dari frekuensi penebangan tebu. Semakin lama tebu yang ditebang tidak diganti tebu baru maka kualitasnya akan menurun. Hal tersebut terlihat dari rendemen yang terus merosot.  Untuk mendongkrak produktivitas tebu di Jawa Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur akan melaksanakan Program Bongkar Ratoon di Tahun 2013 ini.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur M. Samsul Arifin mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan kontributor utama gula di tingkat nasional. Agar bisa menyukseskan Program Swasembada Gula Nasional, maka Jawa Timur diharapkan bisa meningkatkan produksi gula.

Agar produktivitas meningkat, kami juga akan melakukan peningkatan kualitas dari sisi on farm dengan program bongkar ratoon yang akan dilakukan tahun ini,” kata Samsul Arifin.

Tahun 2013 ini, sambung Samsul Arifin, program bongkar ratoon akan menjangkau 28.400 hektar lahan petani, dengan dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tepatnya melalui  Kementerian Pertanian sebesar  Rp 300 miliar.

Dana bongkar ratoon disalurkan dalam bentuk natura (bibit tebu dan sarana produksi), yang bertujuan mencapai swasembada gula tahun depan,” ujarnya di sela-sela Selamatan Giling Tahun 2013 di Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto, Jatim, awal pekan ini.

Menurut Syamsul, areal tebu di Jatim tahun ini tercatat 200.000 hektar sesudah dilakukan perluasan ke Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Madura. Luas areal tebu tahun lalu 197.000 hektar. Adapun total produksi gula Jatim tahun ini diperkirakan 1,3 juta ton, sementara pada 2012 terealisir sebesar 1,235 juta ton.

Masih menurut Syamsul, PT Perkebunan Nusantara X (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) gula yang berada di Jawa Timur berhasil mengembangkan tebu di daerah Madura dan memberi harapan baru bagi pengembangan industri gula di Jawa Timur

(yuni)

Komentar ditutup.