Galeri

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Main Mata (Part 1)


BPNCN,Surabaya – Saat ini masih banyak permasalahan tanah yang belum terselesaikan, bahkan tak sedikit oknum yang memanfaatkan keadan tersebut dengan berbagai macam cara mereka bermain mata dalam pengurusan tanah hingga tak sedikit juga tanah yang sebenarnya bertuan dan memiliki surat – surat jelas diserobot bahkan diterbitkan sertifikat. Salah satunya adalah tanah milik Sahudi yang berada di daerah Romokalisari, tanah ini jelas – jelas memiliki surat – surat sah dari kepala agrarian Jawa Timur yang dikeluarkan pada tanggal 25 agustus 1964 dengan nomor I/Agr/14/98/XI/HM/III/1964 atas nama Kadir (alm) yang tidak lain adalah orang tua dari Sahudi, akan tetapi tiba – tiba muncul seseorang yang mengaku memiliki data atau surat dengan nomor berkas 8080/2008 No.302:1566/2008 dan 305:7985/2008 atas objek sebidang tanah seluas 39,829M² yang katanya sesuai dengan petok nomor 457 persil 31 dt III bekas tanah yasan (tanah hak milik adat) atas nama H. Syamsul Arif, hal ini sangat ganjil sekali karena tidak sesuai dengan berkas milik Sahudi yang luas tanahnya 40.000M². Bahkan menurut keterangan Sahudi saat ditemui wartawan DimensiPlus Nasional (14/02/2013) menuturkan, saya pernah dikirimi surat dari badan pertanahan Surabaya 1 yang berada di jl.Taman Puspa Raya blok D no.10 komplek citra raya sambikerep yang intinya disuruh dating dan setibanya dikantor BPN saya disodori belangko yang tidak ada tulisannya, lalu saya disuruh menandatangani oleh oknum petugas yang bernama Agus Suwantoro akan tetapi belangko kosong tersebut tidak saya tanda tangani karena saya takut kalau tanda tangan saya akan dipergunakan untuk persyaratan surat yang dimohonkan oleh H.Syamsul Arif, karena waktu itu saya juga melihat ada berkas yang di ajukan ke BPN untuk diterbitkan sertifikat atas persil yang saya miliki dari almarhum orang tua saya,”Ungkap Sahudi. Dari pernyataan Sahudi tersebut jelas – jelas oknum BPN Surabaya 1 yang bernama Agus Suwantono bermain mata dan hal tersebut bisa dijerat dengan undang – undang pidana tentang memaksakan kehendak terhadap orang lain. (D2k/Ajisurya)

Komentar ditutup.