Galeri

Agar Elektabilitas Demokrat Tak Menurun Pakde Karwo: Langkah SBY Selamatkan Partai


brt848286066

Pakde Karwo
Gubernur Jawa Timur/Ketua DPD Partai Demokrat Jatim

CN,Surabaya –Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jatim Soekarwo menilai langkah yang diambil Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Majelis Tinggi adalah hal yang wajar ketika mengambilalih partai.

Pakde Karwo yang juga Gubernur Jatim ini memastikan dukungannya terhadap keputusan Majelis Tinggi SBY. “Apa yang dilakukan Pak SBY itu kan dalam rangka stabilisasi partai. Wajar jika Pak SBY menyisihkan sebagian waktunya di luar kerjanya sebagai presiden,” tegasnya kepada wartawan di kantor gubernur, Rabu (13/2/2013).

Pernyataan ini disampaikan Pakde Karwo menanggapi komentar pedas beberapa pihak bahwa Presiden SBY lebih fokus mengurusi PD dibanding tugasnya sebagai kepala negara.

Pihaknya juga membantah pecahnya pengurus di daerah pascapengambilalihan kewenangan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Keputusan SBY untuk mengambilalih partai disambut baik Pakde Karwo. Pasalnya, hal itu sudah dibicarakan dengan Majelis Tinggi yang di dalamnya terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pimpinan Pusat, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Sekjen. Ada total sembilan orang yang terlibat dalam pembicaraan itu, empat di antaranya dari Majelis Tinggi. Dari pembicaraan itu dihasilkan musyawarah mufakat untuk kebaikan bersama.

“Saya rasa itu solusi yang paling mungkin dari ketidakmungkinan yang lain. Solusi itu harus diambil agar elektabilitas Partai Demokrat tidak terus-menerus menurun. Masalah serius adalah iya kalau turunnya berhenti, kalau turunnya nggak berhenti?,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono mengambil alih kewenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum PD. Keputusan itu kemudian diikuti dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh kadernya, termasuk 33 Ketua DPD PD se-Indonesia. Sikap SBY ini terkait dengan status hukum Anas dalam kasus suap Hambalang yang hingga kini belum jelas.(Ajisurya)

Komentar ditutup.