Galeri

Kerugian Banjir Bojonegoro Rp 12,409 Miliar


CN,Bojonegoro  – Kerugian banjir yang merendam wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terakhir mengakibatkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sebab, air luapan Sungai Bengawan Solo maupun banjir bandang itu tidak hanya menggenangi rumah warga, namun juga menggenangi ratusan hektar lahan pertanian dan beberapa fasilitas umum.

Data dari Humas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, total kerugian akibat banjir tersebut mencapai Rp 12.409.450.000. Hal ini karena 4.212 hektar tanaman padi milik warga terendam. “Total kerugian  banjir untuk kalkulasi sementara mencapai Rp 12.409.450.000,” ujaar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin, sesuai release, Sabtu (05/01/2013).

Dijelaskan kerugian ini berdasarkan laporan yang sudah masuk dan direkap oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Luasan areal tanaman padi milik warga di 7 kecamatan yang terendam mencapai 4.212 hektar dengan rincian sebagai berikut, wilayah Kecamatan Baureno 412 hektar tanaman padi terendam dan 89 hektar merupakan tanaman palawija dengan kerugian mencapai Rp 607 juta.

Wilayah Kecamatan Trucuk luasan tanaman padi milik warga yang terendam berada di 12 desa mencapai 296 hektar tanaman padi 90 hektar tanaman palawija dengan total kerugian mencapai Rp 1,709 miliar. Ditambahkan, untuk wilayah Kecamatan Kapas banjir merendam 10 desa, dari jumlah ini areal tanaman padi yang terendam banjir mencapai 679 hektar dengan total kerugian mencapai Rp 985 juta.

Sementara kerugian banjir di Kecamatan Baureno mencapai Rp2,886 miliar yang terdiri dari 1.157 hektar tanaman padi dan 93 areal tanaman palawija. Sementara itu untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro banjir merendam 16 kelurahan dan desa dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1.590.850.000, dengan luasan tanaman padi yang terendam mencapai 493 hektar. “Untuk wilayah Kecamatan Kanor kerugian belum bisa dikalkulasi karena masih dalam perhitungan,”lanjutnya.

Machmuddin menambahkan, bahwa kerugian banjir tertinggi di Kecamatan Baureno yakni mencapai  Rp 4.711.600.000. Dikecamatan Baureno banjir merendam 13 desa dengan rincian areal tanaman padi milik warga yang terendam banjir mencapai 1.175 hektar, sedangkan tanaman palawija milik petani yang terendam banjir mencapai 93 hektar.

Banjir akibat luapan sungai bengawan solo ini selain merendam areal tanaman padi dan palawija juga mengakibatkan 1.824 rumah warga tergenang selain itu beberapa ternak warga juga harus diungsikan.

Berdasarkan data ternak milik warga yang harus diungsikan antara lain 187 ekor kambing dan 408 ekor sapi milik warga. Sedangkan fasilitas umum seperti gedung-gedung sekolah sejumlah 2 bangunan Taman Kanak-Kanak 5 gedung sekolah .

Fasilitas umum yang terendam banjir ini berada di Kecamatan Kota Bojonegoro dan Kecamatan Trucuk. Adapun tempat ibadah yang terendam hanya 3 buah yakni 1 buah masjid dan 2 mushola yang kesemuanya berada di Kecamatan Kota Bojonegoro. “Untuk ruas jalan poros desa yang terendam sepanjang 33.897 meter dan 700 meter merupakan jalan yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum,”pungkasnya.

Komentar ditutup.