Galeri

Skandal Poliandri Anggota DPRD Jatim Muncul Permukaan


uploads--1--2012--12--Teguh-Poliandri-okCN,Gresik – Dugaan skandal poliandri anggota DPRD Jawa Timur fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Luluk Mauludiyah ternyata benar adanya.

Kebenaran bahwa anggota dewan dari dapil II Jawa Timur tersebut menikah dengan dua laki-laki terkuak, setelah Teguh Digdayanto (48) suami kedua Luluk, akhirnya angkat bicara secara ‘blak-blakan’ kepada Wartawan Cakra Nusantara di rumahnya, Jl Airlangga, Cerme Kidul, Kabupaten Gresik, Senin siang (10/12/2012).

“Memang saya adalah suami keduanya. Yang pernah diberitakan oleh media pada bulan Nopember sampai Desember tahun lalu itu memang benar adanya,” Ungkap Teguh, sembari menunjukkan bukti-bukti bahwa selama ini memang dia berumah tangga dengan istri mantan Wakil Walikota Pasuruan, Pudjo Basuki itu.

Bukti bukti yang sangat mendasar bahwa dirinya juga menikah secara siri dengan luluk adalah, perceraian bulan lalu. “Tanggal 8 Nopember bulan lalu Ibu Luluk saya cerai. Dia saya kemabalikan secara baik-baik kepada suami pertamanya. Kami bertiga bertemu di Pasuruan,” ungkap pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini.

Menurut Teguh, proses perceraian enam mata tersebut bisa ia lakukan sebab dulu ia bisa menikah dengan Luluk Mauludiyah juga karena disetujui oleh suami pertamanya. “Saya dulu bisa menikahi dia karena suaminya merestui. Dan memang saat itu saya yang meminta langsung kepada suami pertamanya. Saat saya bilang, Mas saya mau menikahi Luluk, ketika itu Mas Pudjo bilang nggak apa-apa Dik,” ucap Teguh menirukan kata Pujo.

Karena mendapat restu, tanggal 8 Mei 2009, Teguh dan Luluk mengikrarkan janji pernikahan mereka di Hotel Sahid, Surabaya. Lalu esok harinya, keduanya menikah siri di Solo, Jawa Tengah.

Masih Teguh, pernikahan dilakukan di Solo karena Luluk tidak mau prosesi akhad nikah di langsungkan di wilayah Jatim. “Saat itu dia khawatir di ketahui teman-temanya. Apalagi saat itu menjelang pelantikan dia sebagai anggota DPRD Jatim,”Jelasnya .

“Pelantikannya (Luluk Mauludiyah,red) sebagai anggota dewan pun saya yang antar, bukan suami pertamanya. Kami berangkat ke gedung DPRD Jatim dari rumah kost Jl. Nias nomor 12, Surabaya. Setelah menikah kami berdua tinggal di situ,” tambah Teguh sambil merangkul Brahmana (11thn) anak kandungnya.”Oleh anak saya ini, Luluk selalu dipanggil Bunda,” tukas Teguh.

Kasus poliandri Luluk Mauludiyah ini pernah mencuat pada pertengahan November 2011 lalu. Saat itu, para kader muda PDIP Kota Pasuruan bersama perwakilan masyarakat mendatangi DPRD Propinsi Jawa Timur, Rabu (16/11/2012) menuntut Luluk dipecat dari keanggotaan DPRD dari fraksi PDIP.

Alasannya, mereka merasa malu mempunyai wakil rakyat yang bertindak melawan hukum negara dan hukum Islam. Luluk dituding telah menikah lagi meskipun masih mempunyai suami yang sah.

Numun saat itu, ketiganya, Luluk, Pudjo dan Teguh memabantah. Bahkan saat DPD PDIP dan DPRD Jatim memproses kasus ini, pada 19 Nopember 2011, mereka berani membuat surat peryataan tidak ada hubungan apapun antara Luluk dengan Teguh. Skandal ini pun akhirnya meredah, Luluk pun batal di pecat dari anggota dewan dan keanggotaan partai.

Saat disinggung soal pemicu percerain, pria yang sempat mengadopsi dua orang bayi laki-laki saat berumah tangga dengan Luluk ini mengakui, bahwa memang terjadi konflik.

Kata Teguh, konflik yang berbuntut peceraian itu muncul karena ada orang ke empat.

Komentar ditutup.