Galeri

Situs Candi Kuno di Trenggalek Mulai Diteliti


CN,Trenggalek, – Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala mulai meneliti situs candi kuno yang ditemukan di Desa Semarun, Kecamantan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

“Kemarin kami mendatangi lokasi penemuan dan sudah mulai melakukan identifikasi. Hasilnya masih dirapatkan,” kata koordinator lapangan tim peneliti dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi, Selasa.

BP3 Trowulan – Mojokerto, menurutnya, mulai meneliti penemuan situs candi kuno tersebut untuk bisa memastikan peradaban serta tahun pembuatan.

Terkait itu, lanjutnya, harus dilakukaan penelitian lebih mendalam oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.

“Karena BP3 Trowulan itu sifatnya hanya sebatas melakukan identifikasi awal, selanjutnya hasil itu akan dilaporkan ke Balar Yogyakarta untuk ditindak lanjuti dan dilakukan penggalian. Jadi prosesnya panjang,” katanya.

Tim BP3 rencananya akan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengambilan foto bangunan bersejarah tersebut sebagai data tambahan sebelum dilaporkan ke balai akreologi.

Dari bentuk batu bata serta susunan bangunannya, Hariyadi memperkirakan situs yang ditemukan oleh Kaseni dan Qosim tersebut merupakan pagar sebuah candi.

“Kemarin itu kami juga melakukam pengukuran, ternyata panjangnya mencapai 24 meter. Biasanya pagar sebuah candi itu bentuknya adalah persegi bukan persegi panjang, sehingga dimungkinkan bangunan itu sampai di rumah warga,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Promosi Wisata dan Budaya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Trenggalek, Suparlan, mengatakan, bangunan kuno itu kemungkinan merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

“Karena ciri khas utama dari banguanan peninggalan Majapahit itu adalah batu batanya itu. Tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja penelitian dari ahlinya,” katanya.

Ia memperkirakan situs-situs serupa banyak terdapat di bantaran sungai Durenan.

Pada masa kejayaan Majapahit, kata Suparlan, aliran sungai menjadi salah satu moda transportasi utama.

“Karena ada temuan yang lain di Desa Kamulan yang batuannya mirip dengan yang di Semarum, tapi kondisnya sudah berserakan,” jelasnya.

Terkait laporan temuan lain itu, tim BP3 Trowulan berencana melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di Kecamatan Durenan yang dimungkinkan terdapat benda-benda serta bangunan peninggalan masa kerajaan.

“Akan kami coba datangi lokasinya sesuai informasi dari Dinas Pariwisata Trenggalek,” kata Hariyadi.

Komentar ditutup.